Kehamilan adalah hal yang membahagiakan, apalagi jika Moms sudah menanti kehadiran si kecil sejak lama. Namun, biasanya setelah mengetahui kalau Moms positif hamil, hal selanjutnya yang terpikirkan adalah mengenai usia kehamilan. Ketahuilah Moms, bahwa memang ada beberapa cara menghitung usia kehamilan, mulai dari cara manual, yaitu cara menghitung dengan rumus, hingga cara modern dengan menggunakan alat. Bila Moms belum tahu caranya, yuk simak ulasannya disini!
Menghitung Usia Kehamilan Secara Manual

Sumber: Healthline.com
Menghitung usia kehamilan secara manual dapat dilakukan dengan menggunakan kalender. Metode kalender ini selain dapat digunakan untuk mengetahui usia kehamilan, Moms juga bisa mengetahui kapan Hari Perkiraan Lahir (HPL). Syaratnya, Moms harus mengetahui kapan Hari Pertama Haid Terakhir Moms atau HPHT. Cara menghitung usia kehamilan dari HPHT ini hanya bisa dilakukan jika siklus menstruasi Moms teratur, yaitu berkisar antara 28 hingga 30 hari per siklus. Berikut ini rumus Neagelle yang bisa Moms gunakan untuk menghitung usia kehamilan secara tepat.
Rumus: (Tanggal HPHT+7) (Bulan pada saat haid terakhir-3) (Tahun pada saat haid terakhir+1)
Misalnya nih, Moms terakhir menstruasi pada tanggal 17 November 2018.
Jadi, perhitungannya akan menjadi seperti ini:
(17+7) (11-3) (2018+1) : 24 . 8 . 2019
Hasil yang didapat adalah 24 Agustus 2019. Artinya, hari perkiraan lahir bayi Moms jatuh pada tanggal 24 Agustus tahun 2019. Mudah sekali kan cara menghitungnya, Moms?
Dari hasil HPL yang Moms dapat inilah, Moms bisa memperkirakan usia kehamilan saat ini setiap tanggal 24 tiap bulannya. Contohnya nih, pada tanggal 24 Desember 2018, usia kehamilan Moms adalah sekitar 6 minggu atau sama dengan satu bulan. Begitu seterusnya. Sederhana, bukan?
Pada kasus di mana bulan HPHT Moms tidak bisa dikurangi 3, misalnya bulan Januari hingga Maret, maka yang harus Moms lakukan adalah menambahkan angka 9 pada variabel bulan (9 dari 9 bulan lamanya mengandung). Sementara, pada variabel tahunnya dibiarkan tetap (tidak ditambahkan angka 1).
Berikut contohnya: