Moms terakhir menstruasi pada tanggal 7 Februari 2018, maka perhitungannya jadi seperti ini,
(7+7) (2+9) (2018) : 14. 11. 2018
Hasil yang didapatkan adalah tanggal 14 November 2019. Artinya, hari perkiraan lahir bayi Moms jatuh pada tanggal 14 November 2018.
Moms pasti sering mendengar wanita yang baru menikah dan langsung hamil dicurigai MBA alias married by accident karena usia kehamilan dan tanggal pernikahan terlalu dekat. Ini adalah hal yang wajar karena proses perhitungan usia kehamilan dilihat dari HPHT atau kapan terakhir kali sang wanita mendapatkan haid. Untuk perhitungan akurat tanpa melihat dari HPHT sendiri sangat sulit karena kita tak pernah benar-benar tahu kapan pembuahan terjadi di dalam rahim. Oleh sebab itu, menurut para ahli, menghitung yang paling akurat adalah berdasarkan tanggal HPHT.
Menghitung Usia Kehamilan Dengan Menggunakan Alat

Sumber: Asianparent.com
Selain manual, Moms bisa mengetahui usia kehamilan dengan menggunakan alat. Hal ini merupakan salah satu cara menghitung usia kehamilan jika lupa HPHT atau jika Moms memiliki siklus haid yang tidak teratur. Perhitungan dengan alat yaitu USG (ultrasonografi) juga dinilai akurat karena dihitung berdasarkan perkembangan tubuh janin. Nah, untuk perhitungan usia kehamilan melalui USG sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu USG transabdominal dan USG transvaginal. Kita bahas satu persatu yuk, Moms!
- USG Transabdominal
USG dilakukan pada bagian perut dengan meletakkan tranduser (alat yang bersentuhan langsung dengan perut Moms). USG transabdominal ini hanya bisa dilakukan saat usia kehamilan sudah besar yaitu sekitar 3 bulan atau di atas dua minggu kehamilan.
- USG Transvaginal
Mendengar USG ini, pasti Moms sudah bisa menebak cara ini dilakukan lewat mana. Ya, USG satu ini dilakukan lewat vaginal. Dokter atau bidan akan memasukkan alat ke dalam vagina untuk memeriksa keadaan janin dan sekaligus menghitung usia kehamilan. Menghitung dengan USG transvaginal ini lebih akurat daripada transabdominal karena alat lebih dekat menjangkau rahim. USG ini sudah bisa dilakukan saat kandungan berusia 4 minggu ke atas atau Moms sudah telat haid lebih dari sebulan.