Kebahagiaan memancar ketika memasuki bulan Ramadan. Namun, bagaimana jika Moms ternyata sedang menyusui? Beragam cerita dan mitos yang simpang siur mengenai resiko menyusui saat beribadah puasa seakan menghantui. Ketakutan mulai dari takut jatuh sakit, takut baby jadi malnutrisi karena asupan ASI yang berkurang, hingga ketakutan akan tidak maksimalnya ibadah seringkali muncul di benak Moms. Jangan khawatir ya, Moms! Berikut ini Mamimo sajikan tips berpuasa bagi ibu menyusui sebagai referensi bagi Moms yang semangat beribadah di bulan suci ini. Selamat membaca, Moms!
1. First of All, Konsultasi Ke Dokter Dulu Ya Moms!

Sumber: Pexels.com/Rawpixel.com
Hal utama yang harus Moms lakukan adalah menghubungi dokter terlebih dahulu, karena dokter dapat menyajikan referensi paling akurat mengenai kondisi tubuh Moms saat berpuasa. Ketika berkonsultasi dengan dokter, jangan lupa konsultasikan kondisi tubuh Moms sekaligus kondisi tubuh baby. Informasikan pada dokter terkait usia bayi, kondisi tubuh bayi, penyakit dan gangguan yang mungkin sedang diidap bayi, riwayat penyakit turunan, kondisi emosi Moms, dan hal-hal lain yang Moms rasa dapat berdampak pada performa Moms dan bayi jika berpuasa.
Informasi tersebut akan dianalisa oleh dokter sehingga Moms dapat mengetahui tips aman puasa saat menyusui yang paling tepat bagi Moms dan si kecil. Selain itu, ada informasi lain yang bisa Moms tanyakan saat berkonsultasi dengan dokter adalah boleh atau tidaknya puasa berdasarkan kondisi klinis Moms dan si kecil, beberapa saran makanan dan suplemen, serta pengetahuan mengenai MPASI (Makanan Pengganti ASI).
Moms yang diperbolehkan menyusui selama bulan puasa adalah Moms dengan bayi berusia diatas 6 bulan, karena bayi sudah dapat mengonsumsi MPASI. Bayi di bawah 6 bulan memang harus diberi ekstra perhatian, karena sumber nutrisi bayi pada umur tersebut sebaiknya dari ASI saja. Selain itu, kenali edukasi terkait warning sign yang menunjukkan bahwa Moms harus berhenti puasa, diantaranya adalah perubahan berat bayi dan urin bayi yang banyak.
2. Konsumsi Makanan Penunjang Produksi ASI ya, Moms!

Sumber: Pexels.com/Trang Doan
Sah saja ibu menyusui berpuasa, namun jangan sampai si kecil kekurangan nutrisi yang ia butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya ya. Agar produksi ASI Moms tidak berkurang, Moms wajib mengonsumsi makanan yang dapat menunjang produksi ASI. Namun sebelum itu, yuk kita pelajari dahulu proses pembentukan ASI.
ASI dibentuk di laktosit, sel yang membentuk saluran susu di payudara. Berasal dari saripati makanan yang larut di dalam darah ibu, diserap laktosit dan diubah menjadi susu. Penyusun terbesar dari ASI adalah protein, karbohidrat (laktosa), lemak, mineral, dan vitamin. Sehingga ketika menyusui, sebaiknya Moms memakan makanan yang mengandung 20% lemak, 30% protein, dan 50% karbohidrat. Jangan lupa perhatikan kehalalan makanannya ya Moms, karena makanan yang Moms konsumsi akan menjadi darah daging si kecil.
Selain itu, Moms bisa melengkapi nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang kaya kalium, magnesium, dan zinc seperti brokoli, bayam, telur, salmon, daging tanpa lemak, dan daun katuk. Daun katuk juga tinggi asam folat yang dibutuhkan oleh bayi. Kurangi makanan yang berpotensi menyebabkan iritasi dan gangguan pencernaan agar cairan tubuh tidak berkurang.