Segera memiliki momongan setelah menikah tentu saja menjadi harapan bagi seluruh pasangan yang baru menikah. Apalagi jika bayi pertama yang lahir adalah bayi perempuan yang menggemaskan nan cantik. Karena itulah, sebagian pasangan yang mengidamkan anak perempuan mencari berbagai cara untuk bisa hamil anak perempuan.
Sebelum menjalankan program hamil anak perempuan, ketahuilah bahwa jenis kelamin bayi saat di kandungan ditentukan oleh jenis kromosom pada sperma yang berhasil membuahi sel telur. Moms juga harus tahu di dalam sperma terdapat 2 jenis kromosom, yaitu kromosom Y yang menjadi anak laki-laki dan kromosom X yang menjadi anak perempuan. Sedangkan, pada sel telur wanita hanya memiliki satu jenis kromosom, yaitu kromosom X.
Memang benar bila saat ini belum ada cara yang benar-benar pasti untuk mengandung anak perempuan. Namun, tidak ada salahnya bagi Moms untuk mencoba berbagai tips yang diyakini oleh banyak orang bisa berhasil mendapatkan bayi perempuan. Yuk praktekkan beragam cara hamil anak perempuan yang wajib Moms ketahui berikut ini! Tidak ada salahnya mencoba dan siapa tahu berhasil kan, Moms?
1. Metode Shettles, Bisa Meningkatkan Keberhasilan Hamil Hingga 75% Lho!
Metode Shettles merupakan metode yang dikemukakan oleh Dr. Shettles. Metode ini mengatakan bahwa waktu berhubungan seksual dan kromosom pembawa sperma menjadi faktor penting dalam penentuan jenis kelamin. Kromosom Y dapat berenang lebih cepat dibandingkan kromosom Y namun tidak dapat bertahan hidup lama dibandingkan kromosom X. Oleh karena itu, metode ini menyarankan Moms untuk melakukan hubungan seksual sekitar 2-4 hari sebelum masa subur atau masa ovulasi terjadi. Dengan begitu, hanya ada kromosom X yang bertahan dan dapat membuahi sel telur. Metode ini memiliki tingkat keberhasilan hingga 75%, lho. Moms harus coba metode ini ya!
2. Metode Whelan, Menyarankan Berhubungan Intim 2 Hari Sebelum Masa Ovulasi
Metode milik Dr. Whelan ini hampir mirip dengan metode Shettles namun berbeda di waktu untuk berhubungan seksual. Dalam metode ini, Dr Whelan menyarankan Moms untuk melakukan hubungan seksual sekitar 2-3 hari sebelum masa subur atau masa ovulasi terjadi. Tingkat keberhasilan metode ini tidak kalah dengan metode Shettles dengan tingkat keberhasilan 57%. Tidak ada salahnya Moms juga mencoba metode yang satu ini juga ya bila metode pertama belum berhasil.
3. Mengatur Penetrasi Dangkal Menggunakan Gaya Bercinta Misionaris
Posisi dalam berhubungan badan juga dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi yang dikandung loh, Moms! Agar berhasil mengandung bayi perempuan, Moms disarankan untuk berhubungan badan dengan penetrasi dangkal dan datar seperti posisi misionaris atau woman on top. Posisi misionari banyak dipilih orang dalam program hamil anak perempuan karena posisi ini membatasi kedalaman penetrasi. Moms harus memastikan ejakulasi pasangan sebisa mungkin berada dekat dengan pintu masuk vagina. Hal ini dipercaya dapat menghambat laju kromosom Y dan memberi kesempatan lebih baik kepada kromosom X untuk membuahi telur.