Gemar Olah Raga Di Malam Hari, Dads? Pahami Dulu 5 Mitos OIah Raga Malam Ini!

Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Klise, memang. Tapi pepatah lama ini masih berlaku hingga era sekarang lho, Dads. Olahraga juga merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk merangsang vitalitas. Tanpa olahraga, tubuh akan lemas dan mudah terserang penyakit. Jika tubuh kurang olahraga, otot Dads akan melemah karena kurang dilatih, sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh pun juga akan kurang lancar.

Sebagai akibatnya, Dads akan sering cepat merasa pegal-pegal, lesu, lemas, dan merasa kurang gairah. Jika dirangkum dalam satu kalimat, biasanya Dads akan bilang: “Gue lagi nggak fit!”. Nah, tubuh yang tidak fit ini tentu berpotensi mengganggu performa Dads untuk bekerja dan beraktivitas. Masalahnya, tubuh tidak fit ini sering menjadi justifikasi untuk membenarkan penyakit malas. Hal ini bisa menjadi permasalahan yang berlarut-larut jika dibiarkan. Ingat kan, Dads? Di kamus pria sejati tidak ada kata malas!

Beda halnya dengan tubuh yang sering dipakai untuk berolahraga. Dalam dosis olahraga yang tepat, kebugaran tubuh akan selalu terjaga dan kondisi tubuh akan selalu prima. Pahamilah juga bahwa kondisi tubuh yang senantiasa bugar ini tentunya akan meningkatkan performa, baik dalam produktivitas kerja maupun dalam aktivitas sehari-hari. Ini adalah benefit yang luar biasa bagi Dads. Terutama bagi Dads yang super sibuk dengan jadwal aktivitas yang sangat padat, dimana performa, efisiensi, dan produktivitas adalah 3 hal yang menjadi prinsip utama menjalani kegiatan harian yang sibuk.

Konsekuensi dari jadwal yang begitu padat di pagi dan siang hari adalah bergesernya waktu yang dapat dipakai untuk aktivitas olahraga. Olahraga yang idealnya dilakukan di pagi hari pun bisa jadi hanya dapat dilakukan di malam hari. Bagi Dads, mungkin hal ini tidak menjadi masalah. Bahkan, Dads mungkin lebih senang berolahraga di malam hari. Biasanya, karena olahraga di malam hari bagi Dads adalah relaksasi instan yang bisa mengobati penat dan stres setelah seharian bekerja. Nah, bicara soal olahraga malam, banyak sekali mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Mitos ini sering membuat Dads jadi ragu untuk melakukan olahraga malam. Padahal mitos belum tentu benar. Oleh karena itu, kami kumpulkan 5 mitos olahraga malam yang wajib diperhatikan, khusus bagi Dads yang menggemari olahraga malam.

Mitos 1: Olahraga Malam Bisa Menyebabkan Insomnia

Ini adalah salah satu mitos yang paling sering disematkan oleh orang-orang pada olahraga malam hari. Alasannya, olahraga dapat memicu hormon adrenalin dan endorfin yang membuat tubuh terjaga. Ini konsepsi yang salah kaprah, Dads! Faktanya, olahraga malam justru dapat meningkatkan kualitas tidur kita. Olahraga malam hari, utamanya yang sifatnya dilakukan bersama-sama seperti futsal, basket, tenis, faktanya dapat menurunkan stress dan membuat kondisi tubuh jadi rileks usai melakukannya. Kondisi rileks inilah yang akan membantu Dads untuk masuk ke deep sleep dalam waktu relatif singkat.

Mitos 2: Olahraga Malam Dapat Menyebabkan Gangguan Pada Sistem Kekebalan Tubuh

Mitos ini ada benarnya jika olahraga yang dilakukan di malam hari ini dilakukan terlalu berlebihan. Oke. Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan selalu lebih banyak buruknya daripada manfaatnya. Apalagi jika dikaitkan dengan aktivitas olah raga malam hari. Suhu udara yang rendah dan kadar karbon dioksida yang lebih besar di malam hari berpotensi untuk menjadi penyebab gangguan kesehatan. Tetapi hal ini tidak berlaku bagi aktivitas olah-raga yang intensitasnya terkontrol.

Selain itu, salah satu penyebab gangguan sistem kekebalan tubuh yang sering dilupakan ketika melakukan olahraga malam adalah ritual mandi setelah olahraga malam. Biasanya, hal ini dilakukan karena risih dengan keringat yang mengalir deras. Atau adanya aktifitas lain seperti nongkrong dengan kawan-kawan kantor atau rekanan usaha pasca sesi olahraga. Stop, Dads! Pahamilah bahwa seharusnya Dads jangan langsung mandi setelah olahraga malam.

Tunggu dulu setidaknya setengah jam agar pori-pori yang terbuka akibat tubuh yang berkeringat menutup. Jika Dads mandi dengan kondisi pori-pori keringat masih terbuka, tubuh akan mengalami shock karena perubahan suhu tubuh yang tiba-tiba. Tandanya adalah tangan dan kaki yang mendadak dingin. Ketahuilah ini merupakan sebuah gejala umum adanya gangguan sistem imun akibat shock. Perhatikan ya Dads!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *