Cara Menghitung Masa Subur Ternyata Mudah Lho Moms! Pahami Yuk Caranya

Mengetahui Masa Subur Dari Tanda-Tanda Tubuh

hitung perkiraan masa subur
Sumber: HonestDocs

Selain dengan perhitungan berdasarkan sikluas menstruasi, cara menghitung masa subur juga bisa dilakukan dengan memahami tanda-tanda pada tubuh. Ya, tubuh wanita biasanya menunjukkan tanda-tanda ketika memasuki ovulasi, sehingga Moms dan pasangan bisa lebih gencar untuk mempersiapkan kehamilan. Berikut ini adalah tanda-tanda tubuh ketika Moms memasuki ovulasi.

A. Suhu Tubuh Basal Naik

Suhu tubuh basal ialah suhu tubuh pertama pada pagi hari, atau tepatnya setelah Moms bangun tidur dan belum melakukan apapun. Pada saat inilah Moms bisa mengukur suhu tubuh basal, dan melakukan pengukuran suhu tubuh selama beberapa hari secara konsisten untuk mengetahui ritmenya. Umumnya, suhu tubuh basal berada pada kisaran angka 35,5 hingga 36,6 derajat celcius. Perubahan suhu basal tubuh ini bisa berbeda-beda dikarenakan pengaruh kadar hormon dalam tubuh. Ketika tubuh melepaskan sel telur, maka hormon tubuh akan mengalami perubahan sehingga suhu basal tubuh pun sedikit naik. Umumnya, peningkatan suhu basal tubuh tidak lebih dari satu derajat, namun kenaikan ini akan terjadi hingga periode menstruasi dimulai lagi. Untuk mendapatkan suhu basal tubuh yang tepat, Moms bisa menggunakan thermometer basal tubuh, yang cenderung lebih sensitif dan efektif.

B. Perubahan Pada Lendir Serviks

Cara menghitung masa subur lainnya ialah dengan melihat perubahan pada lender serviks (mulut rahim). Faktanya, selama masa ovulasi dan sebelum masa ovulasi, akan terjadi perubahan pada warna, jumlah serta tekstur lendir serviks. Perubahan pada masa ovulasi ini ditandai dengan tekstur lendir yang lebih licin, elastis dan transparan menyerupai putih telur. Tekstur lendir seperti inilah yang akan membantu sel sperma lebih cepat mencapai mulur rahim. Selain itu, pahamilah juga ada beberapa pola perubahan lendir yang dimulai dari mendekati masa ovulasi hingga setelah masa ovulasi. Berikut ciri-cirinya:

  • Ketika mendekati masa ovulasi, biasanya lendir akan bertekstur lebih lengket, jumlahnya lebih banyak serta memiliki warna yang keruh menyerupai keputihan.
  • Saat masa ovulasi, lendir akan berubah menjadi lebih licin, bersifat basah, elastis, transparan dan sangat mirip putih telur. Umumnya lendir dengan tekstur seperti ini akan keluar selama 3 sampai 4 hari. Pada masa inilah peluang untuk hamil akan meningkat drastis.
  • Setelah ovulasi selesai, jumlah lendir akan berkurang dan cenderung kering.

Namun perlu Moms ingat juga ya! Dalam beberapa kondisi tertentu, ada juga hal yang dapat mempengaruhi perubahan lendir serviks, seperti infeksi vagina, gairah seks, penggunaan pelumas saat berhubungan seks, maupun penyakit seks menular.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *