3. Memberi Nasihat Tanpa Membandingkan
Mendengarkan cerita anak remaja akan membuat Moms dan Dads lebih mudah dalam memberi nasihat dan mengarahkannya agar tidak terjerumus pada hal negatif. Namun, jangan sampai Moms dan Dads memberi nasihat sambil membandingkannya dengan masa remaja Moms dan Dads atau bahkan anak remaja lain karena situasinya pun sungguh berbeda. Pahami bahwa remaja sedang memasuki masa sensitif, dimana ia tidak suka dibanding-bandingkan dengan siapa pun. Membandingkannya dengan orang lain justru dapat menimbulkan konflik remaja dengan orangtua. Cukup beri anak inti informasi tanpa membumbuinya dengan hal-hal yang justru membuatnya enggan bercerita dengan Moms dan Dads.
4. Biarkan Anak Membangun Pertemanan
Kegelisahan orangtua tentang pergaulan remaja sering membuat Moms dan Dads justru membatasi pergaulan anak. Padahal, sebagai makhluk sosial remaja perlu membangun pertemanan dan bergaul dengan beragam karakter manusia agar tidak kesulitan dalam berkomunikasi dengan oranglain ketika beranjak dewasa nanti. Tak perlu khawatir ketika Moms dan Dads memberikan ruang bagi anak remaja dalam membangun pertemanan sesuka mereka. Yang perlu dilakukan adalah membangun komunikasi efektif orangtua terhadap remaja, sehingga Moms dan Dads bisa mengarahkannya agar tidak terjerumus pada pergaulan yang negatif. Sebisa mungkin hindari perkataan yang menyudutkan sahabat anak Moms dan Dads, karena hal itu akan membuat anak Moms dan Dads menjadi geram. Daripada menyudutkan, beri anak remaja alasan yang realistis atas segala pendapat Moms dan Dads.