5. Jangan Jadi Orangtua Yang Terlalu Mengontrol, Percayalah Kepada Anak
Memberi kepercayaan pada remaja adalah suatu bentuk bahwa Moms dan Dads tak lagi memperlakukannya seperti anak-anak. Memberinya kepercayaan akan membuatnya merasa lebih bertanggungjawab. Hal ini akan membuatnya secara alami meminta pendapat Moms dan Dads ketika ia tengah mengalami suatu masalah, sehingga komunikasi efektif orangtua terhadap remaja pun menjadi terjalin secara berkelanjutan. Untuk melakukan kontrol, selalu tekankan pada anak remaja bahwa Moms dan Dads percaya padanya. Cara ini akan membuatnya lebih berhati-hati dalam menjalin pergaulan.
6. Pahami Kondisi Anak, Jangan Memaksakan Kehendak Di Saat Anak Sedang Tidak Mood
Sebelum melakukan komunikasi dengan anak remaja, Moms dan Dads harus memahami kondisinya. Jangan sekali-sekali mengajaknya berdiskusi ketika anak dalam suasana hati yang buruk. Dalam suasana hati yang tidak baik, tentu malah akan membuat komunikasi orangtua dan anak menjadi kurang efektif. Anak tidak bisa menangkap hal-hal yang ingin Moms dan Dads sampaikan dengan maksimal. Bahkan, bisa jadi tujuan baik Moms dan Dads justru disalahartikan. Moms dan Dads bisa menentukan timing yang tepat dalam memberi nasihat pada anak remaja, agar tidak menimbulkan konflik remaja dalam keluarga yang tidak diinginkan. Bahkan, Moms dan Dads bisa merencanakan waktu istimewa untuk bersantai dengan anak remaja Moms and Dads sambil membicarakan hal-hal serius. Cara ini bisa membangun komunikasi orangtua dengan anak remaja.