Beranjak remaja, banyak sekali perubahan yang terjadi pada anak. Perubahan sikap pada remaja kerap membuat para orangtua menjadi gelisah dalam menentukan sikap. Untuk menghadapi hal ini, Moms dan Dads perlu menyesuaikan diri terhadap perubahan anak agar tidak mengalami kesulitan dalam mendidik anak remaja. Bahkan, tak jarang perubahan pada remaja serta orangtua yang belum terbiasa dengan perubahan tersebut membuat Moms dan Dads sering terlibat perdebatan dengan anak. Moms dan Dads tentu tak mau menjadi jauh dan kesulitan dalam berkomunikasi dengan anak karena kerap mengalami perdebatan. Tak harus drama, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Moms dan Dads dalam menghadapi remaja secara efektif. Simak yuk!
1. Menjalin Persahabatan Dengan Anak
Menginjak usia remaja, anak akan mulai menjaga jarak dengan orangtua. Bahkan, dalam fase remaja seperti ini, anak cenderung menyimpan permasalahan dan membaginya dengan sahabat dibanding harus terbuka dengan orangtua. Hal ini kerap membuat orangtua menjadi khawatir karena tidak mengetahui masalah apa yang sebenarnya dialami oleh anak remaja.
Untuk mengatasi remaja yang mulai menjaga jarak dengan orangtua, Moms dan Dads perlu melakukan introspeksi diri. Bisa jadi hal ini dilakukan oleh remaja karena sang anak merasa tidak pernah didengarkan atau tidak dihargai ketika bercerita. Tak hanya sebagai orangtua, Moms dan Dads sebaiknya bisa menjalin persahabatan dengan anak agar ia nyaman dalam mengungkapkan setiap masalah yang tengah dihadapi. Jalinan persahabatan antara orangtua dan anak sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi remaja introvert.
2. Memberikan Alasan yang Masuk Akal
Tak lagi mematuhi apa yang dianjurkan atau dilarang oleh orangtua, remaja akan mulai menganalisis apa yang dikatakan oleh orangtua. Dalam mendidik remaja, Moms dan Dads harus paham satu hal yang penting bagi remaja, yaitu alasan. Setiap memberi nasihat mengenai apa yang dianjurkan atau dilarang, orangtua harus mampu memberi alasan yang jelas atas rekomendasi yang diberikan.
Di usia remaja, Moms dan Dads tidak bisa lagi menekan kehendak orangtua pada anak menggunakan emosi, apalagi dalam menghadapi remaja keras kepala. Daripada menggunakan emosi yang justru membuat anak menjadi semakin membangkang dan tempramen, Moms dan Dads perlu menjelaskan setiap alasan atas keputusan yang diambil dengan bijaksana. Tak hanya membuat remaja mengerti maksud baik orangtua, perilaku ini akan menjadi contoh untuknya dalam mengambil keputusan.
3. Bersikap Tegas terhadap Anak
Moms dan Dads harus memahami bahwa ketika anak memasuki usia remaja, orangtua tidak bisa lagi mengekspresikan cinta secara berlebihan. Memanjakan anak justru akan membuatnya menjadi lemah ketika terjun ke kehidupan sosial yang sebenarnya. Selain menjadi terlalu tergantung kepada orangtua, memanjakan anak bisa pula membuat anak memandang orangtua sebagai sosok yang bisa disepelekan.
Ketika anak beranjak remaja, salah satu tips menghadapi remaja yang susah diatur paling efektif adalah dengan menunjukkan ketegasan terhadap anak. Ketegasan biasanya sangat lekat dengan sosok ayah, sehingga Dads memiliki peran penting dalam sikap ini. Pahami juga ketika Dads tengah menegur anak, jangan sekali-kali Moms membela anak atau malah ikut menegur.
Membelanya ketika tengah ditegur akan membuat anak merasa memiliki tameng dan menurunkan wibawa Dads di mata anak. Sedangkan, ikut menegur justru membuat anak merasa tertekan dan tidak memiliki tempat untuk bersandar. Hal ini lah yang membuat anak mencari orang lain, seperti sahabat sebagai tempat bercerita. Yang perlu Moms lakukan adalah mendekati anak dan memberinya pengertian secara halus ketika Dads selesai menegurnya.