4. Menyiapkan Waktu Istimewa Untuk Berdiskusi
Jarak yang terbentuk antara remaja dan orangtua bisa jadi karena kurangnya waktu untuk berkumpul dalam keluarga. Apalagi bagi millennial parents yang sibuk bekerja. Moms dan Dads perlu untuk meluangkan waktu dan merencanakan acara istimewa untuk berkumpul dengan keluarga sambil berdiskusi dengan anak.
Diskusi yang dilakukan sambil bersantai justru lebih efektif dari pada dilakukan secara kaku dan tak terencana. Dengan cara ini, remaja merasa lebih diperhatikan, sehingga akan nyaman dalam menceritakan hal-hal yang mungkin mengganggunya. Tak hanya sebagai ajang diskusi, waktu istimewa seperti piknik, liburan, atau makan di akhir pekan bersama akan semakin merekatkan hubungan keluarga.
5. Mengontrol Tanpa Mengatur Pergaulan Anak
Takut anak remaja terjerumus dalam pergaulan yang negatif, orangtua sering terlalu ikut campur dan mengatur pergaulan anak. Hal ini adalah yang paling dibenci anak dan membuatnya menjadi tidak jujur dengan orangtua mengenai pergaulannya. Daripada mengatur dan terus memberikan larangan-larangan pada anak dalam bergaul, Moms dan Dads cukup mengontrol pergaulannya saja.
Moms dan Dads bisa bertanya sesekali tentang teman-teman sang anak, dan menekankan bahwa Moms dan Dads memberikan kepercayaan padanya. Memberi anak kepercayaan, akan membuatnya menjadi semakin bertanggungjawab dan selektif dalam bergaul. Hal ini adalah cara paling ampuh dalam menghadapi remaja yang suka berbohong, karena tidak suka terlalu diatur oleh orangtua. Moms dan Dads juga perlu memberikan edukasi mengenai pergaulan dan bahaya dari narkoba, seks bebas, serta dampak pergaulan yang negatif agar anak mampu membangun pergaulan yang positif.
6. Menerapkan Pola Hidup Sehat Dalam Keluarga
Tak melulu berbicara mengenai teori, salah satu tips menghadapi remaja secara efektif adalah dengan melakukan penerapan dalam keluarga. Pada usia remaja, anak akan mulai mengalami perubahan fisik dan psikologi sebagai tanda pubertas. Oleh sebab itu, orangtua perlu menerapkan pola hidup sehat agar pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi optimal. Bukan hanya baik untuk kesehatan tubuh, olahraga juga diperlukan untuk menjaga kesehatan mental, terutama dalam menghadapi remaja pemberontak. Remaja kerap mengalami stres karena suasana hatinya yang cepat berubah. Jadi, buatlah budaya olahraga di keluarga sehingga mampu menekan hormon stres yang membuat emosi anak menjadi lebih stabil.