2. Menu Sahur Dan Berbuka Harus Sarat Nutrisi

: Unsplash.com/Melissa Belanger
Saat Ramadhan, metabolisme tubuh akan mengalami perubahan karena adanya perubahan jam makan dan minum. Jadi, pastikan Moms memenuhi semua kebutuhan gizi harian yang sesuai jika memang ingin puasa saat hamil. Makanan yang mengandung protein tinggi dan buah-buahan sangat dianjurkan. Namun, hindari buah nanas dan durian ya, Moms. Sifat abortivum dalam nanas bisa memicu kontraksi dan meningkatkan risiko keguguran. Sedangkan, durian dapat menimbulkan rasa panas di perut.
Pahami juga bahwa ketika menjalani puasa saat hamil trimester pertama pun seringkali Moms akan merasakan berbagai keluhan yang tiba-tiba muncul, seperti demam dan susah buang air besar. Solusinya, perbanyaklah minum air putih dan makanan berserat di saat sahur atau berbuka puasa. Kemudian, tambahkan juga asupan nutrisi dengan meminum susu ibu hamil yang mengandung zat besi, kalsium, vitamin D, serta asam folat sehingga gizi untuk sang janin pun bisa tercukupi.
3. Jaga Komunikasi Dan Terbukalah Dengan Orang-Orang Terdekat

Sumber: Pinterest.com
Apabila dokter menemukan permasalahan pada kehamilan dan melarang Moms untuk berpuasa, diskusikan saja hal ini kembali dengan Dads serta keluarga. Kondisimoodyang tak menentu, serta perdebatan batin karena ingin menjalankan ibadah, malah bisa membuat Moms semakin mudah stres lho. Jangan terlalu memakasakan diri Moms bila memang belum bisa berpuasa.
Dalam kondisi seperti ini, dukungan moril serta kehadiran orang terdekat untuk memberikan kenyamanan sangat dibutuhkan. Jangan merasa sendirian atau menjalani puasa dengan perasaan berat hati. Tanamkan rasa percaya diri bahwa Moms bisa melakukannya. Sekalipun terpaksa membatalkan puasa, jangan menyalahkan diri sendiri ya Moms. Ingat Moms, merawat buah hati dengan sebaik-baiknya juga bisa dihitung sebagai ibadah, lho.
Jelaskan juga kepada Dads bahwa Moms mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kehamilan yang dijalani, serta Moms pun berusaha untuk tetap menemani Dads makan sahur dan berbuka. Dengan komunikasi yang berjalan lancar, ibadah di bulan suci Ramadhan akan semakin terasa menyenangkan dan mudah untuk dijalani kok!
4. Catat Dan Waspadai Setiap Perubahan Kecil yang Moms Rasakan

Sumber: Unsplash.com/Aina Vine
Meski sangat bersemangat untuk menjalani puasa saat hamil, sebaiknya Moms jangan terlalu memaksakan diri dan abai dengan kondisi pribadi. Umur kehamilan yang masih muda menuntut perhatian ekstra, lho. Biasakan untuk mencatat hal-hal kecil yang terjadi seperti porsi makan, berat badan, serta menu sehari-hari selama hamil.
Apabila Moms menemukan ada perubahan warna urin atau muncul flek ketika Moms ke kamar kecil, jangan dianggap remeh ya, Moms! Segera konsultasikan dengan dokter kandungan dan sampaikan semua keluhan yang dialami. Hal yang tetap perlu dijadikan prioritas ketika wanita hamil berpuasa adalah kesehatan ibu dan janinnya, bukan?